Postingan

Jadilah Blogger, Bersiaplah dengan Aneka Keajaiban dalam Hidup, dan Siapkan Akheratmu dengan Jejak Tulisan yang Kau Goreskan!

Gambar
    Siapa nyana, hobi ngeblog yang saya tekuni bisa membawa saya sejauh ini. Berada di negara dengan beda waktu 12 jam dari Indonesia tercinta Siapa nyana hobi ngeblog yang mungkin awalnya tampak “iseng”, mengantarkan seorang emak menjadi top contributor di Google Local Guides. Hari ini, saya bertandang ke landmark San Francisco, California. Saya nikmati ambience yang super menakjubkan di kawasan Golden Gate. Sembari menghirup sebuah optimisme yang menyala dalam jiwa… bahwa Nothing is Impossible. The word itself means “I’m possible” Salam penuh cinta untuk semua boar, makmin dan keluarga besar @emak2blogger Udara San Francisco yang dinginnya menusuk tulang, menjadi lebih hangat… demi mengingat letupan cinta.. dari, oleh, dan untuk emak2 semua. Billions of love *** Saya blogger, dan karena 27 Oktober diperingati sebagai Hari Blogger Nasional, boleh dong ya, berceloteh panjang lebar tentang blog, blogger dan segala hal yang come up in my mind, hehe. Awalnya, bagi saya… blog it...

Pay It Forward, Cara Balas Budi Tersimpel

Gambar
Anak saya tu sukaaaa banget dengan segala sesuatu berbau Jepang. Ga heran, pas ada info Beasiswa kuliah ke Jepang, dia semangaaatt banget mempersiapkan segala sesuatunya. Ngurus surat rekomendasi ke Kasek, nyiapin dokumentasi lalalalilili. “Pokoke semua dokumen siapkan secara mandiri, ya. Ibu bantu doa aja, supaya Allah berikan hasil yang paling baik untuk dunia akheratmu,” kubilang begitu. Intinya, aku nggak mau intervensi/ikut campur untuk persiapan apply Beasiswa ini. Eh, mak bedunduk… di suatu hari yang (kupikir) biasa-biasa aja, dia bilang, “Bu. Ada jasa delivery dokumen yang bisa sampai hari ini ke Jakarta?” “HAH?!? Maksudnya?” “Yang dokumen-dokumen untuk Beasiswa Jepang itu harus nyampe maksimal malam ini jam 23.59 di Kedubes Jepang, Jakarta.” “WHAT?!?! Harus kirim ke Jakarta? Bukannya cukup dikirimkan ke Konjen Jepang di Surabaya, ya? Yang di Jalan Sulawesi itu?” “Bukan, Bu. Harus kirim ke Jakarta.” Sidqi menunjukkan postingan IG dan rincian detail untuk syarat pengiriman dokum...

Surat untuk Ibu

Gambar
Ibu, Gimana kabar Ibu di alam sana? Semoga malaikat Munkar Nakir nanyanya nggak susah-susah ya, Ibu. Dan insyaAllah, aku yakin banget, Ibu bakal bisa menjawab semua pertanyaan dengan baik, benar dan komprehensif. Semasa menjalani peran sebagai khalifah di muka bumi, Ibu sudah menunaikan serangkaian kebaikan dalam kuantitas dan kualitas yang begitu mumpuni. Ibu hobi mengajarkan Al-Qur’an kepada siapapun… Ibu hobi menghafalkan firman Allah (ingetkan, kita bertiga—ibu, sidqi dan aku balapan hafal Al-Muthoffifin?)… Ibu hobi sedekah, ibu hobi mengordinir sahabat untuk jadi donatur di lembaga sosial, ibu hobi infaq ke panti asuhan… Jadi, aku yakin banget. Makam Ibu terang benderang, seterang binar amal shalihaat yang udah ibu tebarkan selama ini. Ibu Bersama Ustadz Aam Amiruddin Ibu, Tahu nggak. Sabtu pagi, waktu ibu mau dimandikan, banyaaaaak banget ibu-ibu kompleks yang pengin memandikan ibu! Sampe mau rebutan! Masya Allah… Begitu inginnya mereka menunjukkan sayang yang teramat besar untu...

Begini Caraku Tunjukkan Cinta pada Ibunda

Gambar
  Tanah kubur Ibuku sudah mulai mengering. Matahari Surabaya sepertinya sedang garang-garangnya. Kuusap peluh yang mulai membanjir. Jilbab abu-abu kesayangan Ibu, yang kini kukenakan, mulai tampak noktah keringat di sana sini. Ibu berpulang setahun lalu. Sudah 365 hari aku tak lagi punya Ibu. Tapi aku masih ingat setiap detil rasa sakit yang Ibu rasa di hari-hari terakhir beliau. Memori itu masih tersimpan di laci ingatan, tatkala Ibu harus berperang melawan nyeri, yang sekonyong-konyong hadir di rongga paru-paru beliau. Ibu kesakitan. Tapi dalam sakitnya, tak sekalipun ia mengeluh, ataupun menyalahkan takdir Sang Maha. Baca: Surat untuk Ibu Ibu memegangi dada beliau, yang ditusuk gelombang sakit akibat kanker yang terus merajam, beranak-pinak dan out of control . Ia tidak mengeluh. Ia tidak bertanya, “Ya Allah.. Apa salah saya? Kenapa harus saya?” Ibu hanya bergumam pelan… “ Laaa Ilaaha Illa Anta…. Subhanaka Inni Kuntu Minadzolimin…” Doa Nabi Yunus yang selalu lirih ibu ucapkan. S...

BloggerHood ala Kami, Blogger Rasa Saudara yang Akur dan Kompak Banget!

Gambar
Oke, saya mau spill satu kelemahan saya. Apakah itu? Saya orangnya susaaahh banget menjalin pertemanan di dunia nyata. Maksudnya ini pertemanan yang bener-bener organik yah, bukan yang karena “ada maunya” * if you know what I mean* hahahaha. Nggak tau, dari tahun ke tahun, skill bersosialisasi saya nggak ada peningkatan sama sekali. Bener-bener kayak jalan di tempat gitu, mirip hamster, lari-lari doang tapi kagak ada kemajuan blas. Sedih *insert icon menangiiiisss* Tidak mengherankan teman saya seuprit banget. Malah, (nyaris) nggak ada interaksi dengan teman kuliah, loh. Nggak gabung di WA Grup alumni, dan yah nggak pernah janjian buat ngopi-ngopi assoy gitu dah. Kalau teman SMA ada satu yang masih keep in touch ampe sekarang. Namanya Xaveria, ya ini rada unik sih, kan kita berdua beda agama yak, tapi mbuh gimana kok bisa awet berkomunikasi dan sesekali meet up 😊 Boleh jadi karena: (1). Usia anak kami sepantaran (2). Aku dan Xave sama-sama suka nulis dan ngeblog  (3). Kami per...