Postingan

Tidak Jadi Apa-apa

Gambar
  Bagaimana kalau akhirnya kita tidak menjadi apa apa? Saya beri jawaban yang sedikit berbeda ya. Ada satu film yang pernah saya tonton tahun 2020 silam, ini judulnya: Film ini bercerita tentang Sasha Tran (Ali Wong) dan Marcus Kim (Randall Park) yang bersahabat karib sejak mereka sama-sama masih bocil dan tinggal bersebelahan di San Francisco. Waktu berlalu, keduanya beranjak dewasa, dan saat usia 18 tahun datang, benih-benih cinta mulai tumbuh di antara mereka. Namun suatu ketika, karena Marcus salah bicara, keduanya putus hubungan dan berpisah jalan. Sasha pindah ke LA, sementara Marcus tetap tinggal di San Francisco. Enam belas tahun berlalu, Sasha dan Marcus bertemu kembali, dalam kondisi yang sudah jauh berbeda. Sasha berhasil mewujudkan mimpi menjadi seorang chef yang sukses besar, sementara Marcus masih terjebak dalam kehidupan lamanya. Ia masih tinggal di rumah lamanya, bergaul dengan teman-teman yang sama, masih pula menjalani rutinitas nge-band bersama orang yang itu-...

Yuk, Coba Glamping!

Gambar
  Ini Dia Alasan Mengapa Harus Coba Glamping “Aku bosaaann, jenuuuhh, rasanya stagnan banget menjalani hidup…!” “Kalo lagi bosan banget, coba kontak teman-teman yang suka traveling . Bisa bareng pergi ngetrip ke luar kota, destinasi yang aman, yang bisa bikin rileks. Seperti Jogja atau Solo, misalnya. InsyaAllah, nanti awakmu kembali ke Surabaya dalam kondisi lebih segar, bersemangat dan penuh positive vibes .” Begitu sekelumit saran yang disampaikan suamiku. Yep, bisa jadi doi mules-mules demi mendengar berondongan sambat yang selalu aku lontarkan. Hmm, boljug nih ide dari Pak suami, semoga bisa menjadi solusi jitu: Pergilah traveling , wahai istriku! Hamdalah, gak pakai lama, saya berkontak ria dengan kawan-kawan female bloggers. Kami berasal dari berbagai kota di Indonesia dan terbiasa chit chat di grup WA. Mba Katerina (travel blogger ciamik asal BSD) menelurkan ide brilian, “Yuk, kita glamping (glamour camping) di Jogjaaaa!” Aaakkk, walaupun udah “jutaan kali” ke Jogja, rasany...

Sebuah Kisah yang Begitu Indah antara Aku dan Majalah

Gambar
  Kalau mau beli majalah atau buku, Anda cari di toko buku kayak Gramedia/ Toga Mas/ Gunung Agung, atau cari di toko buku bekas? To be honest , saya lebih suka cari buku yang baru. Apalagi kalau ada pameran buku gede-gedean, kayak Big Bad Wolf. Makin demen deh eikeh… karena koleksinya segambreng, harganya juga lumayan reasonable .  Jadi, saya ngga punya opini sama sekali tentang buku atau majalah pre-loved  Baca: Tips Datang ke Pameran Buku Big Bad Wolf Buat One Day One Posting kali ini, saya mau membahas soal kisah indah merekah apalah-apalah antara saya dan majalah. Huwaduuh, ada apakah ituuu? Kita flashback ke tahun 2012 ya sist. Waktu itu, saya lagi khusyu’ banget browsing medsos, dan menemukan sebuah informasi yang amat berharga. Dancow—salah satu merek susu formula yang kondang bambang gulindang—mengundang para Bunda, untuk ikutan pelatihan “ Dancow Parenting Center ”. Materinya komplet banget, membahas psikologi, gizi/nutrisi , financial planning, sampai dengan ...

Mau Kerja di Google? Ini Tipsnya!

Gambar
  Mau Kerja di Google? Ini Tipsnya! Yak. Masih lanjutan cerita dari ajang Google Local Guides Summit 2017. Tenaaaangg, eikeh masih punya banyak stok story kok   Jadi dicicil gitu, blogposting-nya. Di hari kedua ajang ini, kami diajak mengunjungi sebuah lokasi yang rada berdekatan dengan jembatan Golden Gate . Baguuuusss banget deh, arealnya. Aku sebenernya ambil vlog ala-ala gitu, tapi file-nya entahlah ketlisut di mana ((HELP! Need Ginkgo Biloba. Atau Marie Kondo juga boleh)) Di sini, kami mengikuti workshop dan berdiskusi intens seputar Google map , apa aja temuan dan keluhan terkait aplikasi ini. Macem-macem deh, workshopnya! Dan salah satu workshop paling seruuu adalah “The Perks of Being Google Local Guides!” Pete, adalah host acara ini. Pete ini tipikal cowok yang — sebenernya gak ganteng-ganteng amat — tapiiii….. auranya itu lho. Gimana yaaa…. betah banget dah ngobrol ama dese! Inner handsome *halah* doi tuh menyeruak abis! Bahasa Inggrisnya diucapkan dengan intona...

Uwi alias Ustadz Wijayanto Berbagi Tips Soal Mendidik Anak, nih!

Gambar
  Perawakannya sedang. Tampilannya bersahaja. Dialek khas Jogja selalu terdengar dalam tiap kalimat yang ia lontarkan.  Itulah sosok Ustadz Dr Wijayanto. Pengasuh acara “Majelis Sakinah” ini senantiasa menjadikan agama sebagai pilar dalam hidup keluarga. Pemahaman mengenai agama selalu ditanamkan kepada anak-anaknya sejak dini. Selain itu, Wijayanto juga menyediakan lingkungan yang Islami, dengan menjadi pengasuh pondok pesantren Yayasan BIAS (Bina Insan Anak Sholeh). Apa saja tipsnya soal cara mendidik anak? Berikut perbincangan saya dengan Ustadz Dr Wijayanto. Sebagai ustadz, dosen sekaligus trainer, tentu jadwal Anda sangatlah padat. Ternyata, istri Anda juga berprofesi sebagai dosen dan kerap melakukan perjalanan dinas hingga ke luar negeri. Bagaimana Anda berdua memberikan perhatian pada anak-anak di rumah? Kata kunci yang harus dianut oleh para orangtua adalah : “ Wants to be needed ”. Setiap orangtua harus ada keinginan untuk dibutuhkan oleh anak-anaknya. Saya tidak t...